PENERAPAN REBUSAN AIR DAUN CINCAU HIJAU DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI GAMPONG NEUSU ACEH KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH

PENERAPAN REBUSAN AIR DAUN CINCAU HIJAU

Penulis

  • Fakruddin Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh
  • Rizaldi Nanda Wiguna Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh
  • Syarkawi Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh
  • Sukriyah Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh

Kata Kunci:

Hipertensi, Tekanan Darah, Terapi Rebusan Air Daun Cincau Hijau.

Abstrak

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Jika tidak diatasi, hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Prevalensi hipertensi di Aceh mencapai 21,55%. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada penderita hipertensi adalah rebusan air daun cincau hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi rebusan air daun cincau hijau dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Gampong Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi sebelum serta sesudah terapi. Instrumen penelitian meliputi lembar pengkajian, lembar observasi, SOP pengukuran tekanan darah, dan SOP pemberian terapi rebusan daun cincau hijau. Penelitian dilaksanakan pada 12–18 April 2025 dengan pemberian 100 ml rebusan cincau hijau setiap sore selama tujuh hari. Hasil menunjukkan tekanan darah subjek I turun dari 140/110 mmHg menjadi 120/90 mmHg, dan subjek II dari 150/110 mmHg menjadi 110/80 mmHg. Terapi rebusan daun cincau hijau terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Referensi

Adiputra, I. M., dkk. (2021). Metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Deepublish.

Bertalina, B., & Suryani, S. (2017). Hubungan faktor genetik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia dewasa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 11(2), 115–122.

Cahyahati, N., Prasetya, H., & Wulandari, R.

D. (2018). Hubungan asupan natrium dan lemak dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 6(3), 145–152.

Damayanti, D., dkk. (2020). Pengobatan tekanan darah tinggi dengan pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Jakarta: Pustaka Medika.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. (2021). Profil kesehatan Kota Banda Aceh tahun 2021. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Harsismanto, B., Fitriani, D., & Lestari, Y. (2020). Hubungan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(1), 22–29.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hipertensi sebagai the silent killer. Jakarta: Kemenkes RI.

Kristanti, E. (2015). Farmakoterapi pada pasien hipertensi. Yogyakarta: Deepublish.

Lokesh, P., & Amitsankar, M. (2012). Flavonoids as potential therapeutic agents for hypertension: A review. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 13(1), 45–50.

Manik, A. P., & Wulandari, E. (2020). Hubungan asupan garam dan lemak dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(2), 66–74.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2016). Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa medis dan NANDA NIC-NOC. Yogyakarta: Mediaction.

Profil Kesehatan Aceh. (2021). Profil kesehatan Provinsi Aceh tahun 2021. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.

Putra, A. G., & Isnaeni, F. (2017). Analisis intervensi pemberian daun cincau hijau terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 8(1), 33–40.

Riskesdas. (2018). Riset kesehatan dasar tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rusdiana, R., Nurhidayah, N., & Lestari, P. (2019). Hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 5(2), 98–105.

Sabilla, M. (2016). Potensi daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) dalam menurunkan tekanan darah. Surabaya: Universitas Airlangga.

Sinubu, R. B. (2015). Faktor risiko hipertensi pada masyarakat usia dewasa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 87–94.

Siwi, M., Santoso, D., & Lestari, N. (2020). Hubungan jenis kelamin dan usia dengan kejadian hipertensi pada dewasa muda. Jurnal Kesehatan, 11(1), 12–19.

Smantummkul, D. (2014). Kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi dan faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Salemba Medika.

Swarja, I. K. (2015). Metode penelitian keperawatan. Yogyakarta: Andi Offset.

Wiguna, R. N., Haryati, W., Andriani, R., Zakiyah, Z., Rosita, E., & Utami, S. D. (2026). The Effect of Intermittent Electrical Stimulation and Effleurage Massage using Canola Oil on the Risk of Pressure Ulcer in Stroke Patient. Indonesian Journal of Global Health Research, 8(2), 175–180. https://doi.org/10.37287/ijghr.v8i2.738.

Taryono, T. (2013). Analisis kandungan gizi dan senyawa bioaktif pada daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers). Jurnal Pangan dan Kesehatan, 5(1), 15–22.

Utami, D. (2012). Mekanisme penurunan tekanan darah melalui senyawa bioaktif daun cincau hijau. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 3(2), 25–30.*

Utami, D. (2012). Pengaruh senyawa bioaktif daun cincau hijau terhadap penurunan tekanan darah. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 3(2), 25–30.

World Health Organization. (2019). Hypertension fact sheet. Geneva: WHO.

Wiguna, R. N., Syah, A. Y., Tawar, R. M., Phonna, I. D., & Albani, S. (2025). The Effect of Effleurage Massage using Canola Oil on the Risk of Pressure Ulcer in Stroke Patient. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(2), 1105-1112.

World Health Organization. (2021). Hypertension: Key facts. Geneva: WHO.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-08