THE APPLICATION OF GUAVA LEAF (PSIDIUM GUAJAVA) DECOCTION IN REDUCING BLOOD GLUCOSE LEVELS IN PATIENTS WITH TYPE II DIABETES MELLITUS IN THE WORKING AREA OF BANDA RAYA PUBLIC HEALTH CENTER, BANDA ACEH CITY

THE APPLICATION OF GUAVA LEAF (PSIDIUM GUAJAVA)

Authors

  • Birrul Birrul akper kesdam iskandar muda banda aceh

Keywords:

Type II Diabetes Mellitus, Blood Glucose Level, Guava Leaf Decoction.

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan penurunan sensitivitas insulin, yang mengakibatkan gangguan penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh dan peningkatan kadar glukosa darah. Hiperglikemia yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk retinopati, neuropati, nefropati, dan penyakit kardiovaskular. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah adalah rebusan daun jambu biji, karena mengandung flavonoid yang menghambat penyerapan glukosa setelah mengonsumsi makanan kaya karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi rebusan daun jambu biji dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dilakukan menggunakan observasi dan wawancara. Instrumen penelitian meliputi formulir persetujuan informed consent, lembar asesmen, prosedur operasi standar (SOP) untuk menyiapkan rebusan daun jambu biji, lembar observasi, glukometer, dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan rebusan. Penelitian ini melibatkan dua pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Peunyerat dan Mibo, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, dari tanggal 18 November hingga 2 Desember 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah menurun dari 210 mg/dL menjadi 174 mg/dL pada Subjek I dan dari 215 mg/dL menjadi 167 mg/dL pada Subjek II setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji mungkin efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dan dapat dianggap sebagai intervensi non-farmakologis komplementer untuk pasien dengan diabetes melitus tipe 2.

Published

2026-08-01