Penerapan Rebusan Daun Salam dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lueng Bata Banda Aceh
Abstrak
Abstrak: Hipertensi merupakan kondisi hasil pengukuran tekanan darah sistolik (TDS) ?140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik (TDD) ?90 mmHg setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah berulang. Daun salam (Syzgyium Polyanthum) bisa dijadikan sebagai obat non farmakologi yang efektif untuk meminimalisir kambuhnya hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan pemberian air rebusan daun salam dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi sebelum dan sesudah diberikan terapi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lembar pengkajian, lembar observasi, SOP pengukuran tekanan darah dan SOP pemberian air rebusan daun salam. Penelitian ini dilakukan pada 2 orang responden penderita hipertensi grade 1 dengan subjek I merupakan perempuan berusia 38 tahun dan subjek II merupakan perempuan berusia 45 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sebelum dilakukan intervensi pada subjek I yaitu 140/90 mmHg turun menjadi 120/80 mmHg dan subjek ll yaitu 150/100 mmHg turun menjadi 130/80 mmHg. Hasil tekanan darah sesudah dilakukan intervensi pada subjek I yaitu 120/80 mmHg dan subjek ll yaitu 130/80 mmHg. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan air rebusan daun salam efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

