PENERAPAN JUS PEPAYA DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

PENERAPAN JUS PEPAYA

Penulis

  • Rizaldi Nanda Wiguna Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh
  • Fakruddin Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh
  • Rina Karmila Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh
  • Melafilani S Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh

Kata Kunci:

Hipertensi,( tekanan darah), jus pepaya

Abstrak

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan diastolik ?90 mmHg. Salah

satu terapi non-farmakologi yang dapat digunakan adalah pemberian jus pepaya. Pepaya memiliki

efek diuretik yang membantu mengurangi beban kerja jantung melalui peningkatan pelepasan air dan

natrium, sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan

jus pepaya dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan

adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi

sebelum serta sesudah terapi, menggunakan lembar pengkajian, lembar observasi, dan SOP penerapan

jus pepaya. Penelitian dilakukan pada 05–11 April 2025 di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah

Kuala, Kota Banda Aceh, dengan pemberian jus pepaya pada sore hari selama 7 hari. Hasil penelitian

menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua subjek: subjek I dari 150/100 mmHg

menjadi 130/80 mmHg, dan subjek II dari 150/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulannya, jus

pepaya efektif menurunkan tekanan darah dan dapat diterapkan sebagai terapi non-farmakologi yang

bermanfaat bagi masyarakat. Terapi ini juga dapat dilakukan secara mandiri oleh keluarga untuk

membantu pengendalian hipertensi.

Referensi

Alisa. (2020). Hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi. Jurnal Kesehatan, 12(2), 45–53.

Aprilianawari, D., & Wahyuni, S. (2022). Dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi. Jurnal Ilmu Keperawatan, 14(1), 77–85.

Badriyah, N., & Pratiwi, D. (2024). Obesitas sebagai faktor risiko hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(1), 12–20.

Dinas Kesehatan Aceh. (2022). Profil kesehatan Aceh tahun 2022. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh.

Fadilah, N. (2020). Pengaruh pemberian jus pepaya terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(1), 23–30.

Fadlilah, M., dkk. (2019). Pengaruh konsumsi buah-buahan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Kesehatan, 10(2), 45–52.

Febrianti, A. (2020). Faktor keturunan dan risiko hipertensi. Jurnal Keperawatan, 8(2), 55–61.

Ikhwan, M., dkk. (2017). Faktor keturunan sebagai penyebab hipertensi. Jurnal Kesehatan, 9(1), 33–40.

Kasumayanti, E. (2017). Pengaruh pemberian jus pepaya terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan, 8(1), 55–62.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Laporan nasional riset kesehatan dasar 2020. Jakarta: Kemenkes RI.

Wiguna, R. N., Haryati, W., Andriani, R., Zakiyah, Z., Rosita, E., & Utami, S. D. (2026). The Effect of Intermittent Electrical Stimulation and Effleurage Massage using Canola Oil on the Risk of Pressure Ulcer in Stroke Patient. Indonesian Journal of Global Health Research, 8(2), 175–180. https://doi.org/10.37287/ijghr.v8i2.738.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Mbakurawang, M., & Agustine, A. (2017). Kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2), 90–98.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler. Yogyakarta: MediAction.

Nursalam. (2006). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pedoman skripsi, tesis, dan instrumen penelitian keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Octarini, R., dkk. (2023). Pengaruh asupan natrium terhadap tekanan darah. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), 23–30.

Pratama, R. (2017). Efektivitas jus pepaya terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Penelitian Kesehatan, 9(2), 101–108.

Profil Kesehatan Aceh. (2022). Profil kesehatan Aceh tahun 2022. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh.

Purwati, D., Wibowo, H., & Khasanah, U. (2021). Pola makan sehat sebagai pencegahan hipertensi. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 9(1), 14–22.

Sari, D. (2021). Hipertensi: Gejala, penyebab, dan penanganan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1), 67–74.

Selyselfiana, & Falah, M. (2021). Pengaruh jus pepaya terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan, 13(2), 101–108.

Suyatno, & Hartinah, D. (2018). Pengaruh pemberian jus pepaya terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Kesehatan, 10(1), 88–94.

Wiguna, R. N., Syah, A. Y., Tawar, R. M., Phonna, I. D., & Albani, S. (2025). The Effect of Effleurage Massage using Canola Oil on the Risk of Pressure Ulcer in Stroke Patient. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(2), 1105-1112.

Triyanto. (2018). Pelayanan keperawatan bagi penderita hipertensi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

World Health Organization. (2018). The top 10 causes of death. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death

World Health Organization. (2023). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Yunus, M. (2023). Hubungan konsumsi garam dengan tekanan darah. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 67–75.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-08